Ponimin, Entrepreneur Sukses Asal Desa Pontang Ambulu

Bermula dari jualan gaplek, kini eksporter tembakau

kepercayaan, keuletan, serta kejujuran merupakan kunci sukses dalam bisnis. modal itulah yang dimiliki panimin saat merintis dari nol hingga kini menjadi eksporter distributor.

sebuah alphard warna hitam metalik keluaran terbaru nongkrong disebuah garasi sebuah rumah di tengah kampung. disebelahnya sebuah mobil buatan negeri paman sam jeep cherokee 4.0 menemani. sedangkan dihalaman rumah, puluhan truk dan dam truk berjejer rapi.

” monggo kita kesana aja. saya sambil lihat pengerjaan gudang. sebab gudang yang satunya sudah tidak mampu menampung,” seseorang dari balik pintu rumah. kemudian pria bersahaja itupun mengajak ke sebuah gudang tembakau. dialah ponimin, sang pemilik rumah ewah di desa pontang, ambulu.

sampai di gudang terlihat tumpukan tmbakau. ratusan pekerja terlihat sibuk bekerja rata-rata mereka melakukan penataan tembakau. ” kalau ini untuk ekpor tahun depan. untuk tahun sekarang sudah habis,” kata ponimin.

saat ini, ponimin memiliki banyak usaha. selain usaha tembakau, pria dua putra ini juga memiliki pusat pertokoan lengkap dengan sarana rekreasi. kemudian, tercatat sebagai salah satu distributor semen puger.

berbagai usaha yang dimilikioleh ponimin itu bukan hasil warisan atau pemberian orang. sebab, ponimin sendiri berasal dari keluarga pas pasan. usaha yang dimilikinya itu dibangun mulai dari nol. kerja keras tak kenal lebih membuakan hasil.

ponimin mengaku usaha yang dimilikinya itu berawal dari jualan gaplek.saat itu ponimin tidak memiliki apa-apa ponimin pun datang ke pasar desa yang tak jauh dari rumahnya.

saat itu dia jualan gaplek (ketela pohon di keringkan, red )barang dagangan itu juga bukan miliknya. gaplek gaplek itu milik orang dan ponimin hanya menjualnya dengan modal kejujuran. ” saat itu padi sudah banyak yang rusak karena banyak terserang penyakit. akhirnya banya orang menanam ketela dijadikan gaplek. untuk menjualnya mereka suruh saya. “kata ponimin. sistem yang di bangun sangat sederhana. para pemilik itu memberikan gapleknya, kemudian ponimin kepasar untuk di jual. setelah laku, uangnya diserahkan ke pemilik.

berangsur angsur banya orang percaya ke ponimin. sebab, saat itu ponimin tidak pernah telat membayar hasil penjualan. sehingga, banyak orang mempercayakan gaplek untuk dujual ponimin. ” saat itu ada juga orang yang tidak mau mengmbil uangnya. mereka mengambil ketika butuh saja,”katanya.

dari berjualan gaplek, ponimin merambah usaha lain. dia masuk ke sektor komoditas paliwija. saat itu dia jualan kedelai. sistemnya juga sama. hingga akhirnya ponimin semakin besar.

suatu ketika dia merambah perdangan beras. dia mengambil beras dari temannya yang memiliki penggilingan padi. lalu, dia menjualnya ke masyarakat. namun, sungguh diluar dugaan, usaha ini membuat ponimin hancur. “banyak orang yang tidak mau membayar tapi saya akan terus ditagih oleh pemilik selep. bagaimana pun harus saya bayar. sebab kepercayaan itu mahal,” katanya.

ujian ponimin tidak berhenti disitu. di saat kondisi mulai jatuh, diapun masih di tipu oleh orang. nilainya mencapai puluhan juta. hal ini membuat ponimin kian terpuruk. ponimin sadar bahwa hidup harus berjalan. dua anaknya yang terus tumbuh juga membutuhkan biaya yang tidak sedikit. “akhirnya saya pergi merantau ke batam. namun, jauh dari keluarga tidak enak. beberapa waktu kemudian saya pulang ke rumah,” ungkap ponimin.

dari hasil tembakau itu tidak langsung dikonsumsi habis. namun, dikembangkan lagi. hingga saat ini ponimin pun memiliki nama dalam dunia tembakau. dia bukan saja jadi petani, namun dia juga memasarkan hasil tembakau milik banyak orang. kini ponimin pun menjadi salah satu bagian dari eksporter tembakau di jember.

ponimin pun kemudian mengembangkan usaha yang lai. dia merambah ke sektor perdagangan. ponimin teringat pernah membeli sebuah pancing di daerah pontang. ” saat itu ada orang jual kolam pancing. saya beli saja itu tanpa mepertimbangkan ke untungan,” katanya.

kolam pancing itu pu mangkrak kemudian, ponimin membangun pertokoaan. tampaknya, ponimin memiliki kejelian usaha. betapa tida, dia membangn toko di ambulu – tumperejo yang saat ini masih sangat sepi. namun, ponimin terus menciptaan keramaian di desa.

toko selesai dibangun. namun, belum banyak pembeli yang datang. ponimin pun berfikir kreatif. kolam pancing yang dibelinya itu di sulap menjadi kolam renang. “awal kolam renang itu menarik orang agar belanja di toko. sistemnya belanja di toko dengan kelipatan sekian ribu akan medapat kupon gratis masuk kolam renang,”katanya.

jurus ponimin ini ampuh. masyarakat mulai banyak terkait. namun, sering berjalannya waktu, masyarakat hanya tertarik dengan kolam renang tanpa belanja di toko.

” sekarang ini banyak orang yang datang ke kolam renang untuk rekreasi. tapi yang belanja di toko tetap ada,” katanya.

usaha tempat rekreasi itupun kian maju. ponimin kembali membangun kolam yang baru. desain kolam berbeda dengan kolam sebelumnya. kali ini menggunakan atap serta permainan air lainnya. ” ini yang baru untuk menampung pengunjung. sebab, sering kali membeludak. kasihan mereka,” ungkap ponimin.

tak terhenti sampai disitu. ponimin juga harus mengembangkan usahanya. saqat vini dia merambah ke dunia pertambangan. ponimin pun ikut andil dalam bisnis semen puger. ” kami ditunjuk untuk menjadi distributor. wilayah kami jember, situbondo, bondowoso, lumajang, probolinggo, dan lainya. truk-truk itu kami gunakan untuk percepatan pengiriman,” ungkap ponimin sambil tangannya menunjuk truk yang parkir, di garasi.

tampaknya ponimin bukan hanya aktif di dunia usaha. hubungan sosial dengan masyarakat juga sangat bagus. saat ini dia bersama dengan para koperasi. ” koperasi ini tak lain untuk meringankan beban petani tembakau. ketika mereka tanam butuh modal, bisa pinjam ke koperasi. nanti di bayar nanti setelah panen,” ungkapnya. kini ponimin sukses. semua itu di jalani dengan kerja kerasbermodal keuletan, kejujuran dan kepercayaan. (*)

SUMBER: RADAR JEMBER 25 DESEMBER 2012

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s