JELANG FINAL, MINUM JAMU SACHET DAN KEROKAN

 

RUDI FIRMANSYAH, RUNNER UP NASIONAL BINTANG RADIO INDONESIA

JELANG FINAL, MINUM JAMU SACHET DAN KEROKAN

Hanya sedikit putra asli jember yang mampu mengukir prestasi di tingkat nasional. Namun, rudi firmansyah membuktikan dirinya bisa memberikan prestasi terbaiknya setelah menjadi runner up nasional dalam bintang radio Indonesia RRI 2012 yang di selenggarakan di medan 5-9 0ktober 2012.

SANTAI. Kesan itulah yang tampak saat pertama kali bertemu dengan sosok pemuda yang saat itu memakai kaus hijau yang tengah asyik dengan laptopnya. Sesekali dia bercanda dengan gadis berambut panjang di sebelahnya yang masih tampak memakai baju kerjanya. Mereka tampak sesekali mengobrol kecil tentang foto-foto yang tampak di depan mereka. Meskipun kelihatannya santai dan cuek, namun ternyata pemuda itu baru saja mengikir prestasi yang cukup memnanggakan jember. “ini foto delon saat menjadi bintang tamu di malam grand final bintang radio di medan,”ujar rudi firmansyah, pemuda terebut, dengan ramah menunjukkan foto itu. Maklum, rasa bangga dan senang masih tampak di wajah rudi, meskipun sesekali terselip rasa getir mendalam. Pemuda kelahiran jember, 15 oktober 1992 itu baru saja menjadi runner up nasional dalam gelaran bintang radio Indonesia RRI 2012 yang di selenggarakan di medan 5-9 oktober 2012 kemarin. Tentu saja,kebanggaan putra pasangan ninik hariani dan imam suryono itu cukup beralasan karena dia baru saja menyisihkan 128 peserta dari seluruh perwakilan RRI se-indonesia. , perjalanan berat memang dilalui oleh rudi untuk bisa menjadi juara runner up dalam kontes menyanyi satu-satunya di Indonesia yang tanpa polling dari pendengar, yakni murni penilaian dari juri.

Yakni diawaki dengan penyisihan di RRI jember sekitar juni 2012. Juara vocal group indomaret nasional 2010 di Jakarta ini harus bersaing dengan para peserta dari enam kabupaten, yakni banyuwangi, jember, bondowoso, situbondo, lumajang, dan probolinggo. Pria alumni SMK tekhnologi balung ternyata berhasil menjadi terbaik di kategori pria. Sedangkan rekannya utari wahyu damayanti dari bondowoso menjadi wakil kelompok putri. Mereka berdua di temani oleh kepala stasiun RRI rasman dan pelatih vokal riza wahyu utami yang biasa di panggil bundha icha pun siap berangkat ke medan. Suaranya dibawah standart. Semuanya memiliki karakter khas yang cukup menarik. Namun, rudi tidak berkecil hati dan berusaha tampil optimal. Ternyata, rudi bisa melaju ke babak selanjutnya. Sementara uteri terhenti di babak penyisihan. Saat melaju inilah rudi yang semula di pandang sebelah mata mulai di perhitungkan. Apalagi, rudi memiliki suara khas yang tinggi dan nge-rock, sehingga membuat peserta lain mulai yakin dengan kualitas rudi. Akhirnya, hal itu mengantarkan adik dari eri prasetyo prambudi ini masuk ke babak grand final bersama dengan perwakilan malang, Makassar, medan, dan ambon. Saat perjalanan menuju final inilah, banyak sekali hambatan yang di terima rudi. Salah satunya adalah dia sempat masuk angin terus karena medan selalu hujan. Selain itu, jalan menuju dari hotel menuju RRI banjir. Hal inilah yang sempat membuat mentalnya drop. Apalagi, jadwal yang padat membuat kondisinya melemah. Bahkan, hampir tidak ada waktu beristirahat selama lomba tersebut. Akibat jadwal yang padat tersebut, rudi dan kontingen lainnya sama sekali tidak ada kesempatan untuk berkeliling kota medan. “tahunya hanya hotel dan RRI serta tempat final tara convention hall,” ujarnya, sembari tersenyum. Belum lagi di tambah makanan yang tidak sesuai dengan lidahnya karena selalu di suguhi nasi padang. Akibatnya, dari pada tidak makan, menu itupun tetap dimakan, meskipun sedikit. Rudi pun memiliki cara tersendiri untuk menjaga tubuh agar bisa tidak terlalu ngedrop, yakni minum jamu sachet setiap saat. Bahkan, disana rudi harus minta dikerokin oleh rekannya. Namun, ternyata hal itu sangat manjur. Hingga akhirnya dirinya bisa tampil di makam grand final yang di hadiri okeh delon idol tersebut. Rudi sendiri berhadapan dengan juri-juri nasional, rita effendi, james f, sundah, pencipta lagu lilin lilin kecil  serta marusya nainggolan dari IKJ. Rudi yang tampil dengan membawakan lagu bukan rayuan gombal yang di populerkan judika, yang juga jebolan bintang radio Indonesia. Tenyata, dengan fantastis rudi berhasil memukau penonton yang hadir disana. Dirinya bahkan membuat dewan juri dan penonton yang memadati sekuruh gedung berdiri. “saat delon nyanyi saja tidak seperti itu sambutannya,” jelas bunda icha yang mendampingi rudi. Karena itu, pihaknya pun sempat yakin alan menjadi pemenang, namun sayang, saat pengumuman, meskipun hampir seluruh gedung meneriakan nama rudi dan jember, tapi rudi harus puas di urutan kedua. Yang agak menyakitkan, rudi mengoleksi poin 962 dan dan hanya kalah satu poin dari sang juara tuan rumah. “sempat kecewa karena sepertinya pilih kasih dan kurang objektif, tapi tetap ikhlas,” ujar rudi. Tetapi dirinya bangga bisa membuat nama jember harum di kancah nasional. Karena, visinya mengikuti kegiatan itu juga untuk mengenalkan jember. Sehingga banyak orang bertanya di jember. Meskipun sedih, ternyata dirinya tidak perlu lama-lama. Pasalnya, saat hendak ke bandara, dirinya bertemu dengan salah seorang dewan juri. “ada peruhasaan rekaman yang berminat ke rudi,” jelas bunda icha. Oleh karena itu, rudi kini tengah menunggu realisasi tawaran itu dan siap menembus ketatnya persaingan panggung hiburan di Jakarta. (*)

BERBAKAT: Rudi Firmansyah menjadi juara dua dalam bintang radio indinesia di medan, awal oktober lalu.

SUMBER :RADAR JEMBER 17 OKTOBER 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s