Tak Hadiri Malam Final Karena Takut Kalah

Dwiki Darmawan, peraih emas deteksi convention 2k 12 jember

tak menyangka juara, dwiki darmawan malah meraih emas dalan wallpaper design dalam detksi convention 2k 12. dia menjadi satu – satunya dari jember dalam kompetisi pelajar terbesar di indonesia itu.

SENYUM terus mengembang dari sudut bibir remaja berambut ikal pendek tersebut. sangat jelas tergambar kebanggaan yang mengguncah diwajah cowok yang memakai kaos biru tersebut. sesekali dirinya mengelus akuarium/ kotak kaca dengan ukuran sekitar 30 x 30 cm yang ada di tangannya. dibagian tengah akuarium itu terdapat kristal dengan bentuk mirip anjang. uniknya, anjing tersebut berdiri dengan hidung cukup besar. dialah Si Det, anjing biru maskot deteksi convention 2k 12 jawa pos. namun, dalam piala ini Si DEt membawa pedang serta dibagian bawahnya terdapat logam yang lebih besar dari mata uang dengan warna emas. “iya, emas ini menunjukkan bahwa menjadi juara satu,” jelas dwiki darmawan. pelajar SMAN 5 jember kelas XI IPA 1 yang memegang piala tersebut. diakui kiki, panggilan akrabnya, piala itu baru saja di dapatnya tiga hari yang lalu, sehingga sangat wajar jika pria kelahiran jember 16 januari 2996 silam itu merasa masih sangat bngga berhasil mendapatkannya.  prestasi tersebut memang cukup membanggakan, karena putra bungsu pasangan tjuk hartono dan lilik puji astutik itu berhasil mendapat piala itu di kategori yang cukup bergengsi yakni deteksi wallpaper desaign.

dia berhasil mengalahkan ratusan desain dan pelajar se-jawa timur yang ikut bersaing dalam kompetisi pelajar terbesar di indonesia itu. adik lusi cintya itu berhasil menjadi juara dan mendapatkan emas dalam lomba desain wallpaper dengan tema ‘when coffee is your life style’ tersebut. dalam desain yang menjadi juara tersebut, kiki, memang berhasil menampilkn deasin yang cukup kreatif dengan  tema tersebut. dirinya membuat gambar yang paling sederhana namun cukup menggena dengan tema. yakni kopi yang di tuangkan dari teko kedalam gelas dengan bentuk tetesan – tetesan yang menggambarkan berbagai wajah. antara lain orang asia, berkacamata (menggambarkan golongan cendikia atau mahasiswa), perempuan, anak muda dan juga kelompok – kelompok pecinta touring dan orang tua. “intinya menggambarka semua orang suka kopi dan menjadikan kopi sudah menjadi bagian dan gaya hidupnya,” ujar dwiki. bahkan, kopi juga tidak dapat lagi dipisahkan strata sosial, sehingga semua bisa menikmatinya. ternyata, malah konsep milik kiki yang dilirik dan menjadi juara dalam ajang tersebut. tentu, hal tersebut membuat dirinya bangga, terkadang dirinya masih belum percay jika berhasil mendapatkannya,” menggambarkan perasaan mendapatkan piala tersebut. pasalnya, untuk mendapatkannya bukanlah perkara yang mudah dan bahkan di bilang harus dengan perjuangan yang cukup keras, karena memang mendapatkannya dianggapnya seperti mustahil. yakni dimulai dengan proses pembuatan karya tersebut. kiki memang menggarap proyek itu di sela – sela kesibukan kegiatannya di osis. dirinya sama sekali tidak tahu jadwal pengumpulan karyanya di majukan menjadi tanggal 3 november 2012 dari jadwal semula 9 november 2012. “tahu-tahu pagi hari ( 3/11 ) di telefon oleh panitia surabaya,” jelasnya. padahal, saat di telefon tersebut, dirinya baru selesai setengah dari total pengerjaanya desainnya tersebut hari itu juga sehingga dapat langsung dikumpulkan malam harinya dri batas terakhir pengumpulannya. namun, saat mengebut tersebutbukannya tanpa kendala. pasalnya komputer di rumahnya resolusinya kurang mendukung untuk menggarap proyek wallpaper yang memang memerlukan resolusi tinggi dengan detail yang bagus. akibatnya, komputer rumahnya menjadi lambat sehingga menghambat pengrjaanya desain tersebut. akhirnya setelah selesai, malam hri itu juga dia bersama orangtuanya langsung mengantarkannya ke kantor deteksi di surabya. dirinya baru sampai sekitar pukul 23.30. “saat itu hanya mengumpulkan CD-nya saja,” terangnya. usai penyerahan CD dia minta kelonggaran mengumpulkan poster dan keterangan word-nya kepada panitia dan ternyata diizinkn. saat kembali ke jember, dirinya kebingungan mencari percetakan yang bisa mencetak ukuran A2, apalagi harus dengan kertas poster 150 garm. karena ingin cepat, dirinya pun memutuskan untuk menggantinya dengan kertas foto dan di cetak memakai kertas foto. diakuinya, meskipun lebih mahal di bandingkan dengan kertas poster, namun demi bisa memenuhi deadline akhirnya tetapi dilakoinya. setelah selesai, dengan menggunakan travel, naskah dan poster tersebut dikirim ke deteksi. saat yang di tunggu – tunggu yakni malam final pengumuman pun di gelar ( 18/11). namun, bukannya menghadiri malam final tersebut, kiki malah memilih untuk tidak datang. meskipun panitia surabaya beberapa menghubunginya, namun kiki bersikeras tidak datng. orangtuanya pun membujuk untuk berangkat ke surabaya untuk menyaksikan malam final. namun kiki tetap pada pendiriannya. “takut tidak menang.jauh jauh malah tidak menang kan kecewa,” terangnya alsannya tidak berani berangkat, kiki pun tetap tidak berangkat, namun, pikirannya tetap pada malam final tersebut. bahkan, untuk menghibur orang tuanya mengajak berlibur di pantai watu ulo, namun sama sekali tidak mengalihkan perhatiannya. hingga akhirnya dirinya di hubungi bahwa meraih emas dalam lomba tersebut, langsung di sambut sukucita karena berhasil mewujudkan yang di impi impikannya. apalagi, ternyata kiki satu satunya wakil jember yang berhasil meraih emas dalam kompetisi pelajar terbesar di indonesia itu. (*)

MEMBANGGAKAN: Dwiki Daramawan menunjukkan piala yang baru saja di raihnya bersama kedua orangtuanya.

SUMBER: RADAR JEMBER 24 NOVEMBER 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s