Agustin, Tiga Kali Berturut-turut Terpilih Ketua STIE Mandala

Sempat Minder, Tak Anggap Karyawan Sebagai Bawahan

tidak mudahy seorang perempuan memimpin sebuah perguruan tinggi yang sebagian besar karyawannya laki-laki. Dra Agustin HP,MM yang menjadi ketua STIE Mandala, punya kiat tersendiri untuk berhasil memimpin kaum adam.

DRA AGUSTIN HP MM adalah salah seorang perempuan di jember yang dipercaya untuk memimpin sebuah perguruan tinggi (PT) di jember. hebatnya, Agustin tiga kali berturut – turut menjadi ketua STIE mandala. Agustin mengaku banyak hambatan yang harus dihadapi.

sebagai perempuan, Agustin mengakui memiliki beberapa keterbatasan. sebagai perempuan, Agustin mengaku harus memosisikan sebagai ibu rumah tangga saat berada di rumah. ketika berada dirumah, kepala keluarga tetap berada di tangan suaminya M. Yahya Rachim. yang kini menjadiPlt Direktur PDAM Bondowoso.

tak hanya sebagai ketua STI mandal jember. agustin juga menjavat ketua ikatan sarjana ekonomi ( ISEI ) cabang jember. selain itu juga menjadi sekretaris asosiasi peguruan tinggi swasta ( APTISI ) untuk wilayah jember,bondowoso,banyuwangi, lumajang, dan probolinggo.

tak heran, selain menjadi ibu rumah tangga, agustin juga sibuk mengurusi organisasinya. ” kalau awal menjadi dosen waktu karena pekerjaan kantor bisa dikerjakan dirumah. kalau sekarang sangat susah untuk membaginya ” ungkapnya.

meski demikian, sambung dia, agustin berusaha menikmatinya sebab, dengan manajemen yang benar, pekerjaan yang banya akan mudah dilakukan.

” yang penting berbagi peran. optimalkan staf,” ujarnya.

dia mencontohkan, pekrejaan di STIE mandala digerakkan dengan sistem yang tepat agar masing – masing karyawan bias bekerja optimal. “karyawan harus senang dulu dengan pekerjaan. jika sudah senang insya Allah kerjanya optimal,” yakinnya.

dia menjelaskan, di STIE mandala tercipta kekeluargaan dalam bekerja. bahkan, di STIE mandala dibangun arisan yang dihadiri oleh masing – masing karyawan. meski kekeluargaan, roda organisasi tetap berjalan sesuai dengan aturan yang ada. ” aturan tetap di jalankan, “n ujar perempuan kelahiran 1961 itu. nah, saat menjalankan aturan itu, tak sedikit pula menghadapi hambatan. khususnya untuk berbagai peran dengan kaum adam.

“awalnyaminder juga, tetapi setelah di jalankan dapat dilalui. yang penting jangan memandang karyawan pada pria sebagai bawahan. mereka saya anggap sebagai rekan kerja,” tutur agustin. dengan cara itu, para karyawan menjalankan tugas dengan sebaik baiknya.

dia mengakui, meski tergolong perempuan karir, dirinya tak melupakan tugas sebagai ibu rumah tangga. sehari – hari, agustin tetap seorang istri dan ibu bagi amindya putri, anak samata wayangnya. “saya tetap masak untuk keluarga. saya juga menjalankan tugas – tugas dirumah,” imbuh alumnus fakultas ekonomi universitas jember (unej ) tersebut.

saat dirumah, lanjut dia, pekerjaan rumah di nilainya juga berat. sebab, sejak bangun hingga bangun tidur selalu saja ada tugas yang harus selesaikan. untung, banyak teknologi yang bisa meringankan pekerjaan rumah.

agustin mengaku, dalam meniti karir penuh jalan yang terliku. “setelah lulus dari fakultas ekonomi unej, saya pulang ke kediri,” kisahnya. namun, agustin tidak lama di kediri. sebab, agustin di persunting yahya rachim yang berasal dari jember. karena itu, sejak !(() agustin kembali ke jember.

setelah itu, sambung dia, agustin melamar ke STIE mandala dan di terima menjadi pengajar mata kuliah manajemen. “saya dosen angkatan kedua di STIE mandala. makanya, setelah masuk saya dipercayai menjadi sekretris jurusan manajemen,” katanya. karena prestasi kerjanya bagus, agustin dapat percayaan menjadi ketua progam D III STIE mandala.

karir agustin berlanjut dengan menduduki pembantu ketua bidang akademik. setelah itu, mulai 2004 agustin naik jabatan menjadi ketua SITE mandala. hebatnya, agustin tiga kali menjabat ketua STIE mandala. yang yang terbaru, pada 1 september 2012 agustin dilakukan menjadi ketua STIE manadal kali ketiga.

selain bergelut dengan dunia pendidikan, agustin mengaku tidak mempunyai kegiatan lainnya. ” kalau kegiatan RT, seperti pengajian saya memang kadang tidak bisa ikut. tetapi, dirumah saya tergolong aktif. tetapi saya memang tidak bersedia dijadikan pengurus,” tandasnya.

agustin mengaku memang mengabdikan diri penuh ke dunia pendidikan. ” tuturnya. dia merasa, dukungan suami dan keluarga p[ada dirinya sangat besar.” bagi saya dukungan suami adalah motivasi ekstra dalam bekerja,” tegasnya. karena itu, STIE mandala juga memperhatikan keluarga karyawan. bahkan, tak jarang, agustin menjadi tempat curhat bagi rekan kerjanya di STIE mandala. (*/c1 )

SUMBER: RADAR JEMBER, 20 DESEMBER 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s